Jokowi, Ibu Kota Baru menuju Indonesia Maju

Lintasbisnis.com- Isu pemindahan ibu kota indonesia dalam sejarahnya sudah menua wacananya, menjadi isu turun temurun disetiap pergantian presiden. Dari Soekarno hingga presiden Susilo Bambang Yudhoyono wacana itu hanya manis dibibir saja, tapi tak kujung dieksekusi. Sampai tiba di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo isu itu menjadi nyata. Rancangan pembangunan ibu kota baru telah dimaksukkan kedalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2019- 2024.
Sampai beberapa tahun kedepan, Kabar pemindahan ibu kota baru Indonesia ke Kalimantan Timur akan terus hangat diperbincangkan oleh banyak kalangan maupun masyarakat dunia sekaligus. Sebab kali ini yang memindahkan ibu kota adalah negara yang digadang-gadang masuk urutan lima besar ekonomi dunia. Sehingga dunia akan memasang dua mata yang berbeda, sinis dan pujian. Di antaranya masyarakat dunia yang mendukung maupun sebaliknya menghalang-halangi oleh sebab ketar ketir menyaksikan Indonesia menjadi negara maju.
Maka untuk mengembalikan kedigdayaan nusantara juga butuh ide-ide gila untuk mewujudkannya. Salah satu dan utama adalah ibu kota, dikarenakan ibu kota adalah etalase negara. Karenanya pemindahan Ibu kota adalah sebuah mega-harapan, baik harapan prima dalam memajukan administrasi pemerintahan juga meningkatkan martabat Indonesia sebagai Negara bangsa. Sampai disini jelas, mega-harapan itu seyogyanya adalah visi Jokowi dan cita-cita luhur bangsa untuk “peradaban” gemilang Indonesia kedepan.
Secara garis besar pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) secara holistik juga mengandung agenda create dan restore. Mempercantik bangunan fisik ibu kota dengan corak ke-indonesiaan (create), ini tergambar dalam visual desain rimba nusa yang akan dipakai dalam pembangunan gedung-gedung perkantoran, taman, dan tata letak kota, bukan kolonial dan mengembalikan ruh ke-nusantaraan Indonesia (restore) termasuk didalamnya adalah kepribadian luhur manusia Indonesia yang sudah dikenalkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dahulu kala.
Dengan sendirinya, pemindahan ibu kota akan menyisahkan dua hal, yakni meninggalkan budaya lama yang buruk dan membawa budaya lama yang baik bahkan mencipta budaya baru. Itulah mengapa Presiden Jokowi mengintrodusir konsep “revolusi mental”. Presiden Jokowi selesai memetakan dengan baik kondisi utama yang menjadi penghambat majunya Indonesia. Dalam pandangan Jokowi, Indonesia perlu melakukan transformasi budaya untuk perlahan-lahan membangun peradaban maju.
Sementara pembangunan ibu kota baru merupakan gerbang untuk melangkah ke masa depan yang lebih gemilang bagi Indonesia. Mengingat Jakarta sebagai ibu kota, dirasa sudah membopong beban berat yang sangat besar kompleksitasnya. Karena Jakarta telah bertransformasi menjadi pusat bisnis, perdagangan, keuangan, kriminalitas, banalitas, bahkan tumbuh menjadi residu politik identitas yang berkepanjangan, belum lagi laju urbanisasi yang meningkat setiap tahunnya menuntut kebutuhan ruang bermukim yang layak.
Selain itu juga dengan pembangunan yang sentralistik menimbulkan kesenjangan pembangunan antar daerah dan antar kawasan menjadi tontonan yang tak kunjung terselesaikan. Begitu pun alasan seperti penurunan air muka tanah, kekurangan air bersih, kemacetan, dan lain sebagainya menjadi gambaran yang mempresentasikan ibu kota Jakarta memang tidak mampu menanggung kompleksitasnya sendiri.
Oleh karenanya, keputusan Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota negara tampak menjadi angin segar yang akan membawa jalan Indonesia sentris benar-benar nyata di depan mata.
Sampai pada tahun 2024 proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah mencapai target yang sudah dikerjakan. “Pokoknya akhir 2024 harus pindah (ibu kota),” perintah Jokowi yang kemudian mendesak para menteri Kabinet Maju untuk bergerak cepat. intruksi Jokowi sangat jelas, ia ingin pemindahan ibu kota rampung sebelum masa jabatannya berakhir di tahun 2024.
Ini adalah ambisi Jokowi yang gila dan visioer yang mampu menerjemahkan cita-cita pendiri bangsa. Mimpinya ini harus menjadi kenyataan bahwa untuk merayakan hari Proklamasi 17 Agustus 2024 harus di Ibu Kota Negara (IKN) baru yang akan dikenang sejarah.
Pembangunan ibu kota yang baru nanti, akan menjadi selayang pandang yang dijadikan representasi capaian Presiden Jokowi. Dengan begitu Perbincangan masyarakat dunia sudah barang tentu akan terfokus pada dua sorotan yang tak akan habis menjadi pembicaraan dunia, yaitu Kemajuan Indonesia dan Presiden Jokowi itu sendiri. Alhsil kemajuan Indonesia itu adalah jokowi itu sendiri dan jokowi itu sendiri adalah ikon kemajuan Indonesia.

See also  Game Higgs Domino bikin candu serasa Judi online

Praktis saat Presiden Joko Widodo mangkat menjadi presiden diharapkan IKN telah resmi Ibu kota baru akan dibangun di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *