SURATMI PENJUAL LONTONG TAHU DEMI MENYAMBUNG HIDUP

Disaat banyak pemuda mengangur atas sulitnya mencari pekerjaan. Tampak berbeda dengan nenek Suratmi warga Desa Ngablak, Kecamatan Dander, masih bekerja sebagai pedagang sayur lontong di pasar kota Bojonegoro.

Diusianya yang sudah menginjak umur 75 Tahun, tak menyurutkan niatan untuk bekerja setiap harinya.
Wanita yang sudah tua dan sakit-sakitan ini hidup sebatang kara, yang ditingal meningal oleh dua putranya, dan oleh suaminya.

Hidup sebatang kara, dan dikatakan warga miskin, tidak membuat Suratmi untuk meminta-minta dengan kedua tangannya. Tidak jarang banyak tetangganya yang memberikan bantuan kepada Suratmi disaat ia tidak dapat bekerja karena sakit.

“Tak mau menghandalkan orang lain, hanya ingin menyambung hiduplah yang menjadikan saya bekerja setiap harinya, walaupun dengan hasil yang cukup untuk makan saja,” kata Suratmi

Pagi petang Suratmi harus berangkat dari rumahnya naik angkot dari Desa Ngamblak menuju pasar kota untuk berjualan lontong sayur . Setiap harinya Suratmi membawa lontong jualan, sebanyak 1,5 kilogram, sedangkan lontong sayurnya digendong dipungungnya, sesambi menawarkan lontong jangannya kepada pelangan.

“Sehari mendapatkan uang 35 ribu, itu belum termasuk untuk berbelanja kembali, sedikit – sedikit tidak masalah yang terpenting adalah mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah SWT,” tambahnya Suratmi

See also  Lembaga perlindungan konsumen berupaya meningkatkan transparansi untuk pinjaman usaha kecil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *