Tamsir Dari Tukang Becak hingga jadi peternak sapi sukses

Kebutuhan daging sapi untuk masyarakat Bojonegoro meningkat dengan pesat, sehingga tak heran bisnis pengemukan sapi amat diminati bagi sebagian masyarakat Bojonegoro. Salah satunya Tamsir warga Desa Ledok kulon, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro. Menjadi seorang peternak sudah 30 tahun, serta menjadi mata pencariannya sehari-hari untuk memenuhi kebutuhannya.

Tamsir (67), adalah kakek dari 8 cucunya dan bapak dari 4 anak-ananknya, Ia mengatakan, sudah bekerja menjadi peternak sapi dari tahun 1986, dan dapat mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari dan menuntaskan empat anaknya hingga bangku SMA.

Bermula Tamsir adalah berfrofesi sebagai tukang becak, karena tekat kuatnya yang ingin merubah nasip ekonomi keluarganya, tamsir dari tahun 1980 sudah melakukan swasembada daging. Namun, Swasembada daging yang dilakukan kakek tersebut, masih bersifat beternak ayam dan kambing.

Kegigihan Tamsir untuk merubah nasipnya tak terhenti disitu, pada tahun 1986. Tamsir nekat menjual seluruh pelihara’an ternaknya dan dibelikan menjadi satu ekor sapi.

“Karena kerja keras dan bekal ilmu pengetahuan dari pengalaman, yang menjadikan saya nekat untuk membeli sapi untuk melakukan proses pengemukan daging sapi. Semua saya lakukan demi merubah nasib keluarga,” Kata Tamsir

Tak terhenti disitu saja langkah Tamsir, ia melakukan kampanye tentang swasembada daging pada masyarakat ledok kulon. Yang menghasilkan sebuah kelompok ternak sapi yang berada di Rt 03 Rw 03 desa ledok kulon.

Bermodalkan tempat lahan milik pemerintah Solo hilir, Tamsir dan 11 anggota mengelola sapi-sapi untuk dilakukan proses pengemukan. “Kalau sapi saya biasanya ada 5, tapi udah laku 2, untuk membangun rumah anak saya, dan disini hanya melakukan proses pengemukan sehingga jarak 4 hingga 8 Bulan sudah laku dijual, dan digantikan sapi-sapi baru lagi,”Kata Tamrin.

See also  Limited Edition, Sony Playstation 5, iPhone 12, kamera mirrorless, laptop, dan masih banyak

Tampak dari pengamatan infobojonegoro, terdapat 26 sapi di kelompok ternak milik Tamrin dan kawan-kawannya. “hari ini melihat kesuksesan yang dihasilkan dari proses pengemukan sapi, terdapat belasan kelompok ternak sapi disepanjang tanggul bengawan solo di Desa Ledok Kulon, ” Tambahnya Tamrin.

Saat ditanya keuntungan yang didapatkan dari satu ekor sapi, Tamrin menjelaska, ia dapat meraup keuntungan sebesar 6 juta dari satu ekor sapinya dalam proses pengemukan selama 4 Bulan.

Ia menambahkan. Sedangkan untuk mendapatkan bibit sapi yang baik, perlu dilakukan usaha perbaikan genetika agar kualitas sapi lebih meningkat. Jika kualitas sapi baik maka akan memudahkan dalam proses pengemukan dan swasembada daging.

“Kesusahanya disini adalah masalah jenis bibit, sehingga harus didatangkan bibit-bibit impor, dan pemerintah dapat menyediakan bibit-bibit sapi yang bagus, dengan menyediakan induk yang Bagus pula, sebab disini hanya melakukan proses pengemukan,” harapanya Tamrin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *